Sekda Kab. Aceh Besar Ahmad mengemukakan, kegiatan perguliran dana PNPM Mandiri Perdesaan di Aceh Besar yang sudah berlangsung sejak Program Pengembangan Kecamatan (PPK) sampai saat ini total dana yang dikelola oleh 22 UPK di Aceh Besar sebesar Rp 50.240.654.667 dengan tingkat pengembalian rata-rata setiap bulannya sebesar 96,50%. Sementara jumlah anggota yang dilayani saat ini sebanyak 12.661 orang dari 1.391 kelompok yang tersebar di 22 kecamatan di Aceh Besar.
Selama tahun 2013, pendapatan yang diterima mencapai Rp 6.571.613.245 dengan total pembiayaan 30%. Dari pengelolaan dana tersebut UPK mendapat surplus/laba sebesar Rp 1.562.468.990. “Di samping itu, Pemkab Aceh Besar pada tahun 2013 juga mengalokasikan dana sebesar Rp 30 juta untuk 13 BUMG terbaik yang menjadi pilot project di Aceh Besar. Dana tersebut diperuntukkan sebagai tambahan modal usaha bagi BUMG untuk meningkatkan kegiatan perekonomian masyarakat,” ungkapnya.
Adapun ke-4 Unit Pengelola Kegiatan (UPK) yang diresmikan masing-masing untuk Kecamatan Lhoknga, Montasik, Sukamakmur, dan Indrapuri. Diharapkan nantinya UPK itu akan lebih bergairah lagi dalam melaksanakan kegiatan dan dapat memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (BPMG) Aceh Besar, Drs. Ramli Yahya menjelaskan, hingga akhir Desember 2013 dana Simpan Pinjam Perempuan (SPP) mencapai Rp 50 milyar lebih. Dari perguliran dana tersebut di Aceh Besar, sebanyak 10 kecamatan telah mendapat surplus, masing-masing Kecamatan Indrapuri, Kuta Malaka, Kuta Baro, Darul Imarah, Montasik, Suka Makmur, Simpang Tiga, Lhoknga, Lhoong, dan Darussalam. Ditambahkannya, kegiatan PNPM Berbagi Ke-4, di samping penyerahan bantuan untuk rumah tangga miskin, juga ada bantuan bedah rumah untuk masyarakat miskin di kecamatan surplus. Itu semua merupakan implementasi dari peran lembaga mikro dalam berbagi surplus kepada rumah tangga miskin yang ada di gampong pada masing-masing kecamatan.
Dana itu akan dibagi rata ke seluruh gampong di Aceh (6.464 buah), sehingga per gampong mendapat Rp. 70 juta. “Dibandingkan dua tahun sebelumnya, anggaran dana BKPG yang dialokasikan Pemerintah Aceh memang terus mengalami peningkatan. Tahun 2011 anggaran yang dialokasikan Rp. 299,3 M dan tahun 2012 Rp. 445.119.000.000,” katanya.(hh,js)
0 komentar:
Posting Komentar